START DARI GANG ARAB FINISH DI KEBON SIRIH
Sabtu, 23 Februari 2013
Minggu, 27 Januari 2013
Jokowi Naik Gunungan Sampah di Penjaringan, Remajakan 150 Truk Sampah
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Jokowi naik ke gunungan sampah yang baru diangkat dari Kali Bakti, Jalan Gedong Panjang, Jakarta Utara. Jokowi mengakui truk pengangkut sampah yang kurang, dan ratusan truk akan diremajakan tahun 2013 ini.
Pantauan detikcom, Mingggu (27/1/2013), Jokowi melakukan kunjungan pertama ke Kali Bakti, Jalan Geding Panjang, tepatnya di persimpangan Jalan Pakin dan Gedong Panjang, Kecamatan Penjaringan.
Jokowi yang memakai kemeja lengan panjang, turun dari Kijang Innova bernopol B 1961 PQP, disambut warga dari anak-anak, ibu-ibu sampai bapak-bapak. Lalu lintas sempat macet sebentar.
Setelah itu Jokowi menyeberang Jalan Gedong Panjang, di pinggir sungai, terlihat gunungan sampah menumpuk setinggi 1 meter lebih sepanjang 20 meter. Sampah terlihat mulai dari sampah plastik, potongan besi hingga karung goni.
Tanpa ba-bi-bu, Jokowi naik ke gunungan sampah itu. Rupanya sampah itu hasil pengerukan sungai dari ekskavator di lokasi. Sampah itu siap diangkut oleh 1 truk sampah.
"Nggak bau di situ Pak?" tanya salah satu warga.
"Saya tiap hari ngecek ke sini, saya tahu. Ini mau nambah truk sampah, tahun ini kira-kira 150 truk diremajakan. Ini masih kurang truk memang, ini masih perlu kita bersihkan total," jawab Jokowi.
Setelah ini, Jokowi mengaku akan ke Muara Baru. "Mau nyedot air," celetuk Jokowi.
Sabtu, 19 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
KESAN PESAN 100 HARI JOKOWI AHOK MEMIMPIN JAKARTA
Bukti nyata dari apa yang dijanjikan Joko Widodo (Jokowi) ketika berkampanye Pilgub pada Agustus-September lalu sudah dapat dilihat setelah beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini. Tanggal 15 Januari nanti genap 100 hari Jokowi-Ahok memimpin Jakarta. Selama 100 hari ini, berbagai sektor kegiatan telah dilakukan secara nyata oleh Jokowi-Ahok. Sebut saja beberapa seperti:
1.
Kartu Jakarta Sehat
2.
Kartu Jakarta Pintar
3.
Pembersihan tempat publik yang dijadikan tempat
pembuangan sampah seperti di areal Hutan Kota dan di Taman2
4.
Penertiban sistim administrasi pemerintahan dan
peningkatan kualitas pelayanan publik di setiap wilayah kota administratib.
5.
Penyelesaian Rusunawa Marunda
6.
Pengerukan dan pembersihan lumpur di kali-kali yang ada
di berbagai lokasi wilayah ibu kota DKI
7.
Dan lain-lain.
Sebagai mitra kerja yang berada langsung di bawah kendali
Gubernur dan Wakil Gubernur, para Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta dan Para
Walikota atau para pimpinan kota administratif di Provinsi DKI Jakarta, tentu
saja merasakan atau mempunyai kesan tersendiri bagaimana atmosfir kepemimpinan
Jokowi-Ahok dalam 100 hari memimpin Jakarta ini, dan bagaimana pesan atau saran
untuk Jokowi-Ahok dalam perjalanan ke depan memimpin pembangunan Jakarta.
Kesan dan Pesan ini mohon ditulis sebanyak-banyaknya 5
halaman oleh setiap Kepala Dinas dan setiap Walikota pemprov DKI Jakarta. Isi
tulisan hendaknya benar-benar obyektif, apa adanya, tidak direkayasa dan
dilengkapi foto kegiatan yang dilakukan di lapangan. Tulisan yang telah
tersedia, mohon dikirim ke Redaksi Jakarta Baru selambat-lambatnya tanggal 11
Januari 2013.
Semua tulisan tersebut, tanpa kecuali, akan dimuat
JAKARTA BARU edisi khusus yang akan diterbitkan pada tanggal 14 Januari 2013
dalam rangka memperingati 100 hari Jokowi Ahok memimpin Jakarta yang akan jatuh
pada tanggal 15 Januari 2013.
Gunakanlah JAKARTA BARU sebagai Alat Kontrol dan Media
Edukasi bagi ANDA dalam perjalanan menuju JAKARTA BARU.
Sabtu, 22 Desember 2012
Pertanyaan Pertanyaan untuk wawanca Jakarta Baru dengan Gubernur DKI Jakarta, Ir. H. Joko Widodo :
Jakarta Baru seperti apakah yang akan dibangun
Bapak dalam 5 tahun ke depan?
2.
Sampai dengan saat ini, Bapak memasuki 2 bulan
dalam memimpin Jakarta. Bagaimana kesan bapak?
3.
Bagaimana pendapat Bapak mengenai elemen - elemen
birokrasi yang berada di bawah pimpinan Bapak?
4.
Bagaimana Bapak membangun hubungan kemitraan
dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengsukseskan pelaksanaan
program program kerja Bapak?
5.
Apa yang menjadi fokus Bapak dalam membangun
Jakarta untuk 5 tahun ke depan?
6.
Apa dasar pertimbangan Bapak untuk menjadikan
Jakarta sebagai kota Seni dan Budaya di Indonesia? Apa langkah – langkah yang
akan Bapak lakukan?
7.
Mengapa pelantikan penjabat baru dilaksanakan di
tempat masyarakat bahkan di lokasi kumuh?
8.
Apakah ada tokoh / pemimpin Negara yang menjadi
idola Bapak? Mengapa?
9.
Apa makanan favorit Bapak?
10.
Berapa jam Bapak tidur/ istirahat dalam sehari?
11.
Bagaimana Bapak memelihara kesehatan?
12.
Apa Hobi Bapak?
PROFIL SEKOLAH PERTANIAN PEMBANGUNAN (SPP) DKI JAKARTA
1. SEJARAH BERDIRINYA SPP/SMKN NEGERI PERTANIAN JAKARTA
Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri
Jakarta merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan
Pertanian Provinsi DKI Jakarta, yang khusus bergerak di bidang Pendidikan,
Sekolah Pertanian Pembangunan setingkat dengan Sekolah Menengah Kejuruan
Lanjutan Atas Khusus Kejuruan Pertanian.
Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Jakarta, dahulu dikenal
dengan nama SPP – SPMA Pembangunan (Sekolah Pertanian Pembangunan – Sekolah
Pertanian Menengah Atas Pembangunan) didirikan oleh Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) AL
HIDAYAH pada tanggal 2 Januari 1972, beralamat di Jalan Bhakti I Cilandak
Jakarta Selatan. Para pendiri atau
penanggung jawab antara lain terdiri dari Ir. Soekarni (Alm), Drs. H. Soemarno
Hadi W (Alm), Drs. H. Mulyoto HS dan Drs. Mustaram.
Pada
tanggal 5 Juli 1983, SPP – SPMA Pembangunan Jakarta diserahkan kepada
Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta
Nomor 742/1983 dengan nama SPP – SPMA Daerah DKI Jakarta. Sejak tahun 2002 semua SPP yang dikelola oleh
Pemerintah Daerah dikenal dengan nama Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP)
Negeri, termasuk SPP di Provinsi DKI Jakarta.
Sesuai
dengan Surat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Departemen
Pertanian No. : 122/TU.220/J.2/2/2010, tanggal 5 Februari 2010 nomenklatur SPP
menjadi SMK-Pertanian Pembanguan, dan sudah diakreditasi oleh Badan Akteditasi
Provinsi DKI Jakarta dengan status B untuk kedua Program Keahlian.
2. KURIKULUM SPP
Sejak berdirinya SPP Negeri Jakarta,
Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum SPP yang berasal dari Kementrian
Pertanian dan Baru pada tahun Pelajaran 2009/2010 menggunakan Kurikulum KTSP
Tahun 2009 yang berasal dari Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.
Sejak menggunakan Kurikulum KTSP Tahun 2009
yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Program Sudi di Sekolah Pertanian
Pembangunan (SPP) Negeri Pertanian Jakarta adalah sebagai berikut:
·
Bidang Studi Keahlian : Agribisnis dan Agroteknologi
·
Program Studi Keahlian : Agribisnis Produksi Tanaman
·
Kompetensi Keahlian : ada dua, yaitu
1.
Agribisnis Tanaman Pangan dan
Hortikultura
2.
Agribisnis Pembibitan dan Kultur
Jaringan
3.
PESERTA
DIDIK
Peserta
didik adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama atau yang sederajat di wilayah
DKI Jakarta dan propinsi lainnya. Jumlah siswa sampai dengan sekarang sebanyak 241 orang, terdiri dari kelas X = 91 orang,
kelas XI = 77 orang dan kelas XII = 73 orang.
4.
TENAGA GURU
Tenaga guru yang ada berjumlah 34 orang
terdiri dari Guru PNS SPP 8 orang, Guru PNS dari Diknas ( 7 orang), dan Guru honor yang
diangkat oleh Kepala Sekolah sebanyak 20 orang, adapun dengan rincian sebagai
berikut:
|
No.
|
PENDIDIKAN
|
PNS
|
NON
PNS
|
JUMLAH
|
|
|
A.
GURU TETAP
|
|
|
|
|
1.
|
PASCA SARJANA
|
2
|
-
|
2
|
|
2.
|
SARJANA
|
4
|
-
|
4
|
|
3.
|
DIPLOMA 3
|
2
|
-
|
2
|
|
|
JUMLAH
A
|
8
|
|
8
|
|
|
B.
GURU TIDAK TETAP
|
|
|
|
|
1.
|
PASCA SARJANA
|
2
|
-
|
2
|
|
2.
|
SARJANA
|
5
|
19
|
24
|
|
3.
|
DIPLOMA 3
|
-
|
1
|
1
|
|
|
JUMLAH
B
|
7
|
20
|
27
|
|
|
JUMLAH
A DAN B
|
15
|
20
|
35
|
5.
Masalah, Pemecahan Masalah, dan Harapan
a.
Masalah
1.
Status Guru Tetap PNS adalah karyawan UPT Sekolah Pertanian
Pembangunan, sehingga tidak bisa mengurus sertifikasi dan kenaikan pangkatnya
regular, dengan massa kerja 2 s.d. 25 tahun.
2.
Struktur organisasi di SPP adalah struktur organisasi UPT
bukan struktur organisasi seperti sekolah lainnya. Terdiri dari Kepala UPT, Ka
Sub Tata Usaha dan Kasie Pendidikan & Pengajaran. Sementara di sekolah lain
struktur organisasinya terdiri dari Kepala Sekolah, Tata Usaha, Wakil Kepala
Sekolah (Bidang Kurikulum, Bidang Sarana, Bidang Kesiswaan dan Bidang Praktik
Industri).
3.
Masih terdapat guru honor sebanyak 20 orang dengan masa kerja
2 s.d. 22 tahun dengan SK Pengangkatan Kepala Sekolah.
4.
Status sekolah milik Pemda DKI Jakarta melalui anggran Dinas
Kelautan dan Pertanian Provindi DKI Jakarta.
5.
Ruang belajar terbatas, sehingga tidak bias menerima semua
peninat yang masuk ke SPP.
b.
Pemecahan Masalah
1.
Pendataan kepada guru Tetap PNS SPP untuk memilih tetap di
SPP sebagai guru atau pindah ke UPT/Unit jika dikemudian hari diambil alih pembinaannya
oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta;
2.
Kegiatan Belajar mengajar dilaksanakan oleh tenaga PNS SPP
yang ada;
3.
Memasukan data guru-guru honor dengan massa kerja 4 – 22
tahun ke BKD melalui Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.
4.
Menindaklanjuti MOU antara Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Pendidikan RI dengan MOU antara
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi
DKI Jakarta; yang salah satu klosulnya “ paling lambat Desember tahun 2013,
SPP/SMK Negeri Pertanian Jakarta pembinaannya diserahkan ke Dinas Pendidikan
Provinsi DKI Jakarta.
5.
Menerima siswa sesuai dengan daya tamping ruang belajar yang
ada melalui seleksi tertulis dan wawancara.
c.
Harapan
1.
Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan
ketentuan;
2.
Terpenuhinya sarana pembelajaran yang memadai;
3.
Pengangkatan guru honorer yang mempunyai massa kerja 4 – 22
tahun.
4.
Terbentuknya kerjasama dengan Dunia Usaha untuk menyalurkan
para alumni;
5.
Kesempatan melajutkan pendidikan bagi alumni yang berprestasi
dan kurang mampu;
Jakarta, 20 Desember 2012
Kepala Sekolah,
Ir. M. ISHOM SETYAWAN
NIP 196108271990031007
Langganan:
Komentar (Atom)











.jpg)