Senin, 27 Agustus 2012

Rio Sarwono, Tua-tua Keladi


Jakarta – Lumrah kalau Rio Sarwono melakukan syukuran atas prestasinya meraih gelar juara umum kelas Novice Kompressor pada balapan Mercedes Benz C-Class pada ajang Indonesian Series of Motorsport (ISOM) di paro Desember ini.
Pasalnya, Rio masih nyaris tak percaya dengan apa yang diraihnya. Di usianya yang sudah di atas kepala lima, Rio ternyata masih sanggup bersaing dengan sejumlah pembalap nasional yang rata-rata masih berusia 20 tahun.
Rio melengkapi tim Top 1 sebagai peraih gelar juara umum di sejumlah kelas bergengsi setelah sebelumnya pembalap kawakan Fitra Eri dari tim Top 1 juga sudah dinyatakan sebagai juara umum untuk kelas Mercedes Benz Fastron C Class dari kelas utama dan Rio meraih gelar juara umum untuk kelas Novice.
Tak pelak, pria yang juga General Manager PT Indofood dan kesehariannya lebih banyak dihabiskan untuk mengurus Sirkuit Internasional Sentul ini pun girang bukan kepalang. Tak pelak, Rio berharap sponsor-sponsor yang selama ini menopangnya akan bisa dipertahankan di tahun mendatang.
“Saya mati-matian mengejar juara agar para sponsor bisa bertahan, terutama untuk sponsor utama, Top 1 dari Topindo Atlas Asia. Fitra juga kan ditopang Top 1. Nah, semoga kami bisa dipertahankan hingga tahun mendatang,” cerita Rio dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan, akhir pekan lalu.
Pria yang juga mempunyai usaha beberapa restoran di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Solo, dan Bogor ini, awalnya sudah tak mau lagi balapan mengingat usianya sudah di atas kepala lima.
Apalagi rata-rata pesaingnya adalah anak-anak muda yang benar-benar tengah mengejar prestasi. Tapi, mengingat balapan Mercedes Benz Fastron C Class benar-benar menjadi balapan idola bagi para pembalap, Rio memberanikan diri untuk tampil. Apalagi ia juga bisa mendapat sejumlah sponsor.
Tak dinyana, sejak seri pembuka hingga seri pamungkas, Rio begitu konsisten antara posisi 1-5 besar sehingga ketika hanya bisa finis di posisi sembilan pada seri keenam, Rio tetap meraih gelar juara umum untuk kelas Novice Kompressor karena konsistensinya sejak seri pembuka. Rio pun merasa gelar juara itu sebagai hadiah Natal terindah baginya.
“Ini kado akhir tahun buat saya. Terpenting dengan prestasi ini saya bisa mempertahankan para sponsor sekaligus menunjukkan kepada anak-anak muda kalau saya yang usianya sudah di atas kepada lima masih bisa juara,” tutur ayah tiga anak ini sumringah. Harapan Rio, di tahun mendatang ia akan tetap berprestasi, bahkan bisa meningkatkan prestasinya di kelas utama. (Sumber: Sinar Harapan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar